4 Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows, Termasuk Penyebabnya

Cara Mengatasi CPU Usage

Sebagai salah satu komponen inti dalam komputer, CPU memiliki peran yang sangat penting untuk menerima, memproses dan melaksanakan instruksi dari perangkat lunak. Meskipun pada penerapannya tergantung pada aplikasi yang dijalankan, apakah CPU-bound atau GPU-bound.

Salah satu masalah pada CPU adalah CPU usage 100% yang sangat tinggi untuk tugas yang ringan, seperti membuka Notepad saja atau bahkan baru masuk ke tampilan Windows. Masalah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan akan mengganggu pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

Tenang saja, Anda berada di artikel yang tepat! Kami mengulas beberapa cara mengatasi CPU usage 100% di Windows yang relatif mudah untuk Anda aplikasikan.

Penyebab CPU Usage 100% Tinggi

Cara Mengatasi CPU Usage

Penyebab CPU usage yang tinggi hingga 100% pada Windows beragam, entah dari perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Penyebabnya juga menentukan seberapa parah gejala CPU-nya dan seberapa mahal Anda harus membayar untuk memperbaikinya. Berikut kami jabarkan 3 penyebab CPU usage 100% di Windows 8, 10 dan 11 pada perangkat PC dan laptop.

1. Terlalu Banyak Aplikasi Yang Berjalan di Latar Belakang

Setiap CPU pada dasarnya sama, yang membedakannya adalah seberapa besar kemampuannya dalam menjalankan sebuah atau beberapa perangkat lunak. Misalnya pada CPU AMD Ryzen 5 5600, memiliki kemampuan untuk menjalankan sekitar 14 aplikasi bersamaan tanpa harus reload. Sementara itu CPU AMD Ryzen 3 5100 hanya mampu menjalankan 8 aplikasi secara bersamaan tanpa reload. Sehingga, penting bagi Anda untuk mengetahui batasan yang dimiliki oleh CPU Anda.

2. Thermal Paste Sudah Kering

Thermal paste adalah cairan kental yang berada di atas CPU dan di bawah cooler yang bertugas untuk membantu proses transfer panas dari CPU ke coolernya. Thermal paste sudah diberikan dari awal oleh pabrik sehingga Anda tidak harus mencarinya. Namun seiring waktu, thermal paste yang sudah dioleskan akan kering dan mengelupas, kemudian akan menghambat proses transfer panas dan meningkatkan suhu CPU. Ketika suhu CPU sangat tinggi, sistem akan membatasi aktivitas di tampilan layar dan mengirimkan sinyal palsu bahwa CPU sudah berada di penggunaan maksimalnya, padahal tidak. 

3. Driver Tidak Optimal

Berhati-hatilah saat menginstal driver CPU, baca seksama instruksinya. Kasus ini paling sering dialami oleh prosesor dari merek AMD, hal ini terutama karena kurangnya kerja sama dengan developer perangkat lunak. Sedangkan pada kubu biru, Intel, produk mereka jarang mengalami driver crash

Masalah ini juga bisa disebabkan driver yang Anda pilih adalah driver khusus server, sedangkan yang seharusnya Anda unduh adalah driver biasa. Umumnya driver khusus server didesain untuk mengoptimalkan kemampuan CPU dalam menjalankan tugas selama 24 jam x 7 hari selama 365 hari penuh, tetapi mengorbankan frekuensi CPU yang dibatasi. Sehingga yang Anda rasakan adalah kemampuan CPU hanya 50%, tetapi di monitor tertulis 100%.

Baca Juga : Cara Mengatasi Keyboard Laptop Tidak Berfungsi pada Windows 10 dan 11

Cara Mengatasi CPU Usage 100% di Windows

Cara Mengatasi CPU Usage

Setelah membaca penyebab CPU usage 100% di atas dan Anda sudah menemukan penyebabnya, sekarang lanjut ke 4 cara mengatasi CPU usage 100% di Windows.

1. Ubah Power Plan

Cara pertama adalah menggunakan fitur Run di Windows 8, 10 dan 11.

  • Klik kanan logo Windows.
  • Akan muncul jendela dengan beberapa menu, lihat paling bawah dan pilih menu Run.
  • Setelahnya akan muncul jendela baru, ketik devmgmt.msc di kotak teks.
  • Klik OK dan akan masuk ke Device Manager.
  • Masuk ke System Device, di sini Anda harus mengubah High Precision Event Timer.
  • Klik pada opsi High Precision Event Timer, pilih Disable Device dan akan muncul kotak peringatan, pilih Yes.
  • Pada kotak pencarian Windows utama, ketik Edit Power Plan lalu buka aplikasinya.
  • Pada bagian bawah, silakan masuk ke Change Advanced Power Settings.
  • Muncul jendela baru, ubah Balanced menjadi HP Recomended. Jika tidak ada pilihan tersebut, pilihlah pilihan yang paling bawah sesuai perangkat Anda.
  • Jika sudah, klik Apply lalu OK.

2. Disable Aplikasi Latar Belakang

Cara melakukan disabling termasuk mudah, berikut caranya.

  • Klik Start menu pada Taskbar Windows atau Anda bisa ketik langsung melalui kotak pencarian Windows dan cari Settings.
  • Pada pilihan aplikasi yang tampil, masuk ke Settings.
  • Masuk ke menu Apps.
  • Lihat pada pilihan paling atas, masuk ke menu Installed Apps.
  • Tentukan aplikasi yang sekiranya berjalan di latar belakang, Anda bisa melihatnya di Task Manager. Klik titik tiga di kanan ikon aplikasi.
  • Pilih Advanced Options.
  • Pada menu Background Apps Permission, ubah menjadi Never.
  • Selesai.

3. Oleskan Thermal Paste ke CPU

Bingung cari thermal paste yang bagus? Kami memiliki beberapa tips membeli thermal paste yang berkualitas dan tahan lama.

  • Jangan beli asal murah dari merek tidak jelas. Meskipun mahal, merek yang sudah terkenal lebih menjamin kualitasnya, bahkan ada produk thermal paste yang bisa bertahan 2 tahun pada penggunaan keras seperti bermain game AAA dan rendering 10 jam sehari. Beberapa rekomendasi merek thermal paste yang bagus yaitu Kingpin, DeepCool, Noctua, Galax dan Grizzly. Harga normalnya paling tidak Rp50.000 – Rp150.000.
  • Lihat spesifikasinya. Spesifikasi yang wajib Anda lihat paling tidak ada dua, yaitu kapasitas dan temperatur operasional. Beberapa merek dengan harga yang sama menawarkan kapasitas yang lebih banyak, sehingga Anda bisa menggunakannya untuk pemakaian selanjutnya. Temperatur operasional adalah batasan minimum (biasanya di bawah 0°C) dan maksimum (biasana di atas 50°C) thermal paste dapat beroperasi secara maksimal. 

Setelah Anda menentukan thermal paste, berikut cara mengoleskan thermal paste ke CPU yang baik.

  • Lepas cooler yang menutupi CPU apabila Anda menggunakannya.
  • Bersihkan sisa thermal paste bawaan pabrik di bagian bawah cooler dan di atas CPU dengan kain secara perlahan.
  • Oleskan thermal paste seperti huruf X, tiga garis vertikal, atau lima titik (4 di masing-masing sudut dan 1 di tengah).
  • Ratakan dengan menekannya ke CPU menggunakan kaca kecil atau benda transparan lainnya, Anda bisa melihat apakah sudah merata ke semua sisi CPU atau belum.
  • Pasang kembali cooler ke tempatnya.
  • Selesai.

4. Scan Virus dan Bersihkan

Jika Anda mencurigai penyebab CPU usage 100% karena perangkat lunak atau file yang baru Anda unduh, Anda bisa mencoba membersihkannya dengan program antivirus. Beberapa program antivirus yang terpercaya.

  • Avast Free Antivirus.
  • Bitdefender Antivirus.
  • Kaspersky.
  • Norton.

Tidak perlu khawatir jika tidak ada uang, program antivirus yang kami rekomendasikan di atas tersedia dalam versi gratis dan trialnya. Jika masih malas mengunduhnya, Anda bisa mencoba menggunakan Windows Defender terlebih dahulu, berikut kami sediakan cara scan virus untuk mengatasi masalah penggunaan CPU yang tinggi hingga 100% di Windows versi 8, 10 dan 11.

  • Pada kotak pencarian Windows, ketik dan masuk ke aplikasi Keamanan Windows atau Windows Security.
  • Lihat panel kiri, klik pada bagian Perlindungan dari Virus dan Ancaman atau Protection from Viruses and Threats.
  • Pilih Pindai Cepat atau Quick Scan.
  • Tunggu hingga selesai.
  • Jika terdeteksi adanya virus atau ancaman, segera hapus file atau perangkat lunak tersebut.
  • Selesai.